Senin, 28 Mei 2012

Inilah Lokasi Properti yang Cocok untuk Investasi



Lokasi merupakan satu dari tiga faktor penting untuk berinvestasi properti. Lokasi strategis menjadi incaran para pebisnis, karena menawarkan beragam kemudahan serta kelengkapan fasilitas.

Bisa dikatakan, 6 lokasi berikut ini cukup menggiurkan karena mempengaruhi nilai sebuah produk properti. Permintaan akan aset properti maupun sewanya jauh lebih tinggi di bandingkan area lainnya. Berikut paparannya:

1. Dekat area perkantoran

Memiliki properti di daerah ini, misalnya tanah, rumah yang disewakan, kos-kosan, kantor, dan lainnya memiliki nilai investasi tinggi. Apalagi, jika perkantoran tersebut cukup elit, otomatis harga properti di sekitarnya ikut berpengaruh. Permintaan sewa akan properti di area ini menjadi lebih tinggi.

2. Dekat pabrik atau kawasan industri

Lokasi ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni populasinya lebih besar daripada lokasi lain. Ini memberi peluang bagi Anda yang memiliki properti seperti rumah kontrakan atau kos. Untuk tujuan komersial di sini juga bisa dikembangkan, karena dapat melayani kebutuhan para pekerja pabrik.

3. Sekitar sekolah atau kampus

Jangan pernah mengabaikan lokasi ini, apalagi bila sekolah atau kampus dalam jumlah banyak. Lokasi ini sangat menjanjikan, karena mudah menghasilkan cash flow positif setiap saat. Selain itu, properti komersial akan baik dikembangkan di area ini.

4. Sekitar pasar

Pasar tak selalu identik dengan area kotor, lembab, bau, becek dan sebagainya. Pasar modern kini banyak dikembangkan, dan di sinilah para pedagang pasar bisa menjadi target penyewa properti Anda. Anda bisa mengembangkan sektor komersial atau rumah yang disewakan di sekitar lokasi pasar.

5. Dekat pusat perbelanjaan

Permintaan rumah sewa atau kos-kosan di sekitar lokasi ini terbilang tinggi, karena para karyawan pusat perbelanjaan membutuhkan tempat istirahat. Dengan hadirnya pusat perbelanjaan atau mal, biasanya daerah di sekelilingnya menjadi lebih hidup daripada sebelumnya.

6. Dekat perumahan

Kepadatan beberapa perumahan bisa dimanfaatkan untuk membuka tempat usaha. Biasanya, semakin banyak rumah dalam satu kompleks perumahan, tingkat kepadatannya semakin tinggi. Tentunya populasi di dalamnya membutuhkan beragam kebutuhan dan fasilitas. Ini bisa Anda manfaatkan dengan menyurvei kebutuhan apa yang diinginkan. (*/Kompas.com)                                                                                                                                                                                   sumber:    www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/16254-inilah-lokasi-properti-yang-cocok-untuk-investasi.html
 

Senin, 18 April 2011

modal bisnis property

Modal berbisnis properti itu besar. Apalagi bermain sebagai developer. Kaplitalisasi modalnya besar. Anda harus membeli lahan serta mengolahnya, membayar perijinan dan legalitas, membayar perencanaan, membangun unit-unit rumahnya, membangun fasilitas umumnya.
Hanya saja tidak harus dengan modal sendiri bukan?
Banyak sekali pertanyaan , saya tidak punya uang *saya sumpahin bener gak punya uang lho.. hati2 kalo ngomong* :D . Nah mungkin ini jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sejenis.
  1. Modal sendiri | Kalau Anda punya uang untuk memutar bisnis ini, disebut modal sendiri.
  2. Modal Investor | Kalau Anda “ngaku” gak punya uang, ya pakai modal investor alias orang yang punya modal uang. Gimana cara mendapatkannya? Cari dari sekitarmu, buatlah proposal, berbagilah keuntungan. Gimana cara bikin proposal? Cari contoh proposal, amati, tiru dan modifikasi. Gimana bagi hasilnya? Itu sih negosiasi. Gimana negosiasinya? Pake pelet :D
  3. Modal Tanah | Kalau Anda bisa mendapatkan kerjasama tanah, berarti pemilik tanah memodali Anda dengan tanahnya. Gimana cara mendapatkan lahan yang kerjasama? Ya cari! Baca juga beberapa artikel di blog ini tentang lahan.
  4. Modal Ngutang | Kalau gak punya uang untuk bikin perencanaan, promosi dll ya ngutang sama teman, saudara atau siapapun lah yang percaya sama Anda untuk menghutangi Anda. Syukur2 punya kenalan di Advertising yang bisa diutangi. :D Syukur2 punya teman Arsitek yang mau diajak kerjasama. Gak modal kan?
  5. Uang Muka Konsumen | Kalau perencanaan udah jadi, promosi udah siap, bolehlah kita jualan. Syukur2 ada konsumen yang nyangkut dan membayar uang muka. Modal juga tuh.
  6. Kontraktor | Ketemu kontraktor yang mau dibayar belakang itu meringankan buat developer. Karena untuk membangun udah dimodalin sama kontraktor.
  7. KPR Inden | Kalau konsumen lolos KPR dan KPR yang diberikan adalah KPR Inden, developer bisa dapet tuh modal 20-40% dari KPR yang dicairkan sebelum pembangunan dimulai. Nah!!!
  8. Kredit Konstruksi | Kalau sudah ada konsumen, developer bisa tuh mengajukan kredit konstruksi ke bank. Dengan agunan lahan yang akan dibangun. Cuma cukup bayar bunga saja. Nanti pas KPR cair, otomatis akan melunasi kredit konstruksi.
  9. Kredit Bank | Kalau Anda punya bisnis lain, bisa lah mengajukan fasilitas kredit ke bank atas usaha anda itu. Hanya saja sebenarnya ini tidak diperkenankan. Tapi kalau mau nekat, silahkan saja. :D
Jangan bisnis dengan modal dengkul. Ntar dengkulnya “mlocot”.
di kutip dari  http://aryodiponegoro.wordpress.com/2011/04/18/modal-bisnis-properti/#more-651

Selasa, 02 November 2010

pusat informasi property di pekalongan dan sekitarnya

ada yang maun jual atau beli property
tapi bingung gimana memulainya.....................
silahkan gabung dan share info dan keinginan ada di bog ini